Tips Menjaga Privasi dan Data Pribadi

Salah satu konsekwensi dari aktivitas pada media social adalah terbukanya data-data pribadi kita. Dengan hanya mengandalkan nama lengkap, nomor handphone serta alamat email, maka bukan hal sulit untuk menemukan data pribadi atau profile seseorang di dunia maya. Walaupun terdapat perbedaan pendapat tentang apakah nomor handphone dan alamat email adalah sesuatu yang sifatnya pribadi ataukah publik, namun ada baiknya untuk tetap berjaga-jaga dengan tidak melakukan sharing kedua hal tersebut secara terbuka. Hal ini untuk menghindari adanya celah privasi yang dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terdapat sejumlah tips yang dapat diikuti oleh setiap orang sebagai upaya preventif dari penyalah gunaan privasi dan data pribadi. Diantaranya adalah:

  1. Pilih mode private, jangan gunakan mode public untuk hal-hal yang berkaitan dengan data pribadi kita. Tanggal lahir, nomor handphone, alamat email, alamat rumah, nama pasangan, nama anak, adalah contoh data-data yang sebaiknya di lindungi oleh mode private.
  2. Jangan dengan mudah menerima permintaan pertemanan dari akun yang orangnya tidak dikenal dengan baik. Seleksi pertemanan dan follower agar privasi terjaga. Jangan terobsesi untuk punya banyak teman atau follower di media social. Sebagian dari teman/follower adalah mereka yang sengaja berpura-pura menjadi teman/follower agar dapat memanfaatkan sharing informasi dan data yang kita bagikan.
  3. Hindari untuk melakukan signup sebuah aplikasi media social dengan menggunakan akun media social lainnya. Walaupun praktis, namun terdapat potensi penyalahgunaan data antara satu media social dan media social lainnya yang tidak dapat kita control penggunaannya. Melakukan signup secara manual jauh lebih aman.
  4. Hindari atau minimalkan untuk menghubungkan satu akun media social dengan akun media sosial lainnya. Data yang dibagikan antara satu media social dengan media social lainnya sulit untuk dikontrol dan dikendalikan penggunaannya. Selain itu, semakin banyak akun media social yang terhubung satu dengan lainnya, akan semakin memudahkan seseorang untuk melakukan aktivitas profiling diri kita.
  5. Jangan terlalu mudah untuk melakukan sharing lokasi / check in. Terutama sekali untuk realtime check-in. Hal ini sama dengan memberikan informasi bahwa kita tidak sedang berada di lokasi yang biasanya (rumah-kantor). Informasi ini dapat saja dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang mentargetkan ketiadaan ataupun keberadaan kita disuatu lokasi.
  6. Jangan pernah meng-klik link yang dibagikan seseorang tanpa ada kejelasan isi dan jenis link yang dibagikan tersebut. Virus, malware sering masuk menginfeksi computer dari link yang dibagikan tanpa kejelasan link dan informasinya.
  7. Gunakan password yang berbeda-beda untuk setiap akun media social. Bila kesulitan mengingatnya, maka gunakan bantuan aplikasi password manager untuk membantu menyimpan password dari setiap akun tersebut.
  8. Aktifkan fitur 2FA atau 2 Factor Authentication, yaitu fitur yang akan memberikan notifikasi langsung kepada kita apabila ada upaya untuk melakukan perubahan data atau setting tertentu dari aplikasi/device.
  9. Apabila melakukan koneksi internet di area public, maka pastikan bahwa nama SSID / Wifi yang kita gunakan adalah nama resmi yang dikelola oleh penanggung jawab koneksi internet di area tersebut. Seringkali, Wi-Fi umum digunakan sebagai pintu masuk untuk mendapatkan data-data pribadi dari pengguna yang terkoneksi ke layanan wifi tersebut.
  10. Untuk memastikan data apa saja yang telah tercatat di internet tentang diri kita, cobalah lakukan searching menggunakan keyword nama kita. Apa yang muncul sebagai hasil searching tersebut akan sama apabila orang lain juga melakukan searching dengan keyword nama kita. Pelajari dan pahami apa saja data diri kita yang dapat dengan mudah ditemukan via searching di internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.