Solusi Whatsapp Untuk Hoax

Solusi Teknologi Untuk Mengatasi Hoax

Pada era digital saat ini, keberadaan aplikasi media sosial adalah ibarat pisau tajam, tergantung siapa yang memegang pisau tajam tersebut. Data yang direlease oleh situs wearesocial.com menunjukkan peningkatan pengguna media social di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2018 tercatat angka pertumbuhan 23%. Sementara India termasuk negara dengan angka pertumbuhan pengguna media social yang sangat  tinggi yaitu 31%. Dari sisi waktu yang dihabiskan untuk beraktifitas di media social, maka pengguna media social di Indonesia termasuk katagori pengguna social yang sangat intens dalam beraktifitas, hal ini terlihat dari rata-rata waktu yang digunakan untuk beraktivitas di media social adalah selama 3 jam 23 menit. Pengguna dari wilayah Philipina termasuk pengguna media social dengan wakti aktivitas yang paling lama yaitu rata-rata 3 jam 57 menit.

Sementara itu berdasarkan statistik terbaru dari situs digitalinformationworld.com, tercatat aplikasi facebook, youtube dan whatsapp adalah tiga besar aplikasi yang digunakan oleh pengguna aktif media social. Sementara untuk aplikasi yang berjalan diatas platform android, whatsapp tercatat sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh dan diinstal pada berbagai perangkat android.

Salah satu kemudahan yang diberikan oleh whatsapp adalah dalam hal forward message. Melalui kemudahan ini maka apapun pesan yang sampai kepada kita dapat dengan mudah diteruskan lagi baik kepada individu maupun grup. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab maraknya penyebaran fake news atau hoax dikalangan pengguna media social. Penyebaran berita hoax mulai mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak setelah mulai bermunculan korban sebagai dampak dari hoax yang tersebar melalui aplikasi whatssap. Kasus paling serius adalah berita hoax yang tersebar pada 1 Juli 2018 di wilayah Dhule India yang menyebabkan tewasnya 5 orang karena diisukan sebagai pelaku dari maraknya kasus penculikan anak. Hingga bulan oktober 2018, di Indina sendiri rentetan kasus penganiayaan, persekusi, pelecehan yang diakibatkan oleh berita hoax yang tersebar dengan cepat melalui aplikasi whatsapp. Hal inilah yang kemudian memunculkan komitmen dari pengelola whatsapp untuk kemudian memberikan solusi teknologi yang dap-at menghambat penyebaran berita hoax yang disebarkan melalui kemudahan forward message.

Ujicoba pertama untuk pembatasan kemampuan forward message telah dilakukan untuk pengguna whatsapp diwilayah India semenjak 6 bulan lalu. Kini kebijakan tersebut dijadikan sebagai kebijakan umum yang berlalu diseluruh dunia. Melalui kebijakan ini maka whatsapp akan mereka membatasi jumlah forward pesan hingga hanya lima kali. Sebenarnya sejalan dengan penerapan pembatasan kemampuan forward hanya 5 kali untuk pengguna di wilayah India, secara global whatsapp menerapkan pembatasan serupa juga namun di angka 20 kali kemampuan forward. Kini dengan hasil positif yang didapat dari ujicoba pada pengguna whatsapp di India, maka pembatas 5 kali forward kemudian dijadikan sebagai kebijakan umum yang berlaku diseluruh dunia. Di India sendiri, salah satu dampak positif dari pembatasan tersebut adalah berubah pola pengguna whatsapp dalam menyebarkan konten hoax sehingga mampu menekan penyebaran berita hoax hingga di angka 25%.

Bagi pemerintah dan masyarakat penggiat anti hoax, tentunya kebijakan yang diberlakukan oleh whatsapp ini adalah sebuah berita baik dalam upaya untuk menekan penyebaran berita hoax di kalangan pengguna media social di Indonesia. Pemerintah sepatutnya memberikan apresiasi atas upaya ini sebagai wujud komitmen penyedia teknologi dalam upaya memerangi hoax. Namun tetap haris disadari bahwa solusi teknologi yang diberikan oleh whatsapp sifatnya hanya sebatas mengurangi hoax saja, tidak sampai memberantas atau menghilangkan hoax. Upaya lain yang harus tetap dilakukan oleh pemerintah dan elemen masyarakat lainnya adalah edukasi dan literasi tentang hoax itu sendiri. Meningkatnya edukasi dan literasi tentang hoax akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi, menyebarkan konten positif dan  memfilter berita hoax yang marak di media social. Strategi yang dapat dikembangkan adalah melalukan sinergi dari semua komponen yang aktif dalam ruang siber untuk memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi yang konstruktif bagi kemajuan rakyat dan bangsa Indonesia.

 

Yogyakarta, 22 Desember 2019

Pusat Studi Forensika Digital

Kepala

Yudi Prayudi, M.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.